Selasa, 03 Juni 2014

Sistem Pendukung Keputusan Menggunakan Metode AHP

Metode AHP dikembangkan oleh Thomas L. Saaty, seorang ahli matematika. Metode ini adalah sebuah kerangka untuk mengambil keputusan dengan efektif atas persoalan yang kompleks dengan menyederhanakan dan mempercepat proses pengambilan keputusan dengan memecahkan persoalan tersebut kedalam bagian-bagiannya, menata bagian atau variabel ini dalam suatu susunan hirarki, member nilai numerik pada pertimbangan subjektif tentang pentingnya tiap variabel dan mensintesis berbagai pertimbangan ini untuk menetapkan variabel yang mana yang memiliki prioritas paling tinggi dan bertindak untuk mempengaruhi hasil pada situasi tersebut. Metode AHP ini membantu memecahkan persoalan yang kompleks dengan menstruktur suatu hirarki kriteria, pihak yang berkepentingan, hasil dan dengan menarik berbagai pertimbangan guna mengembangkan bobot atau prioritas. Metode ini juga menggabungkan kekuatan dari perasaan dan logika yang bersangkutan pada berbagai persoalan, lalu mensintesis berbagai pertimbangan yang beragam menjadi hasil yang cocok dengan perkiraan kita secara intuitif sebagaimana yang dipresentasikan pada pertimbangan yang telah dibuat. (Saaty, 1993).
Proses hierarki adalah suatu model yang memberikan kesempatan bagi perorangan atau kelompok untuk membangun gagasan-gagasan dan mendefinisikan persoalan dengan cara membuat asumsi mereka masing-masing dan memperoleh pemecahan yang diinginkan darinya. Ada dua alasan utama untuk menyatakan suatu tindakan akan lebih baik dibanding tindakan lain. Alasan yang pertama adalah pengaruh-pengaruh tindakan tersebut kadang-kadang tidak dapat dibandingkan karena sutu ukuran atau bidang yang berbeda dan kedua, menyatakan bahwa pengaruh tindakan tersebut kadang-kadang saling bentrok, artinya perbaikan pengaruh tindakan tersebut yang satu dapat dicapai dengan pemburukan lainnya. Kedua alasan tersebut akan menyulitkan dalam membuat ekuivalensi antar pengaruh sehingga diperlukan suatu skala luwes yang disebut prioritas.

Tahapan Dalam Metode AHP

  1. Memdefinisikan permasalahan dan penentuan tujuan. Jika AHP digunakan untuk memilih alternatif atau menyusun prioriras alternatif, pada tahap ini dilakukan pengembangan alternatif.
  2. Menyusun masalah kedalam hierarki sehingga permasalahan yang kompleks dapat ditinjau dari sisi yang detail dan terukur.
  3. Penyusunan prioritas untuk tiap elemen masalah pada hierarki. Proses ini menghasilkan bobot atau kontribusi elemen terhadap pencapaian tujuan sehingga elemen dengan bobot tertinggi memiliki prioritas penanganan. Prioritas dihasilkan dari suatu matriks perbandinagan berpasangan antara seluruh elemen pada tingkat hierarki yang sama.
  4. Melakukan pengujian konsitensi terhadap perbandingan antar elemen yang didapatan pada tiap tingkat hierarki.

Sedangkan langkah-langkah “pairwise comparison” AHP adalah
  1. Pengambilan data dari obyek yang diteliti.
  2. Menghitung data dari bobot perbandingan berpasangan responden dengan metode“pairwise comparison” AHP berdasar hasil kuisioner.
  3. Menghitung rata-rata rasio konsistensi dari masing-masing responden.
  4. Pengolahan dengan metode “pairwise comparison” AHP.
  5. Setelah dilakukan pengolahan tersebut, maka dapat disimpulkan adanya konsitensi   dengan tidak, bila data tidak konsisten maka diulangi lagi dengan pengambilan data seperti semula, namun bila sebaliknya maka digolongkan data terbobot yang selanjutnya dapat dicari nilai beta (b).

Sistem Pendukung Keputusan dengan Metode Decision Support Systems

Sistem pendukung keputusan (Inggris: decision support systems disingkat DSS) adalah bagian dari sistem informasi berbasis komputer (termasuk sistem berbasis pengetahuan (manajemen pengetahuan)) yang dipakai untuk mendukung pengambilan keputusan dalam suatu organisasi atau perusahaan.
Dapat juga dikatakan sebagai sistem komputer yang mengolah data menjadi informasi untuk mengambil keputusan dari masalah semi-terstruktur yang spesifik.
Menurut Moore and Chang, SPK dapat digambarkan sebagai sistem yang berkemampuan mendukung analisis ad hoc data, dan pemodelan keputusan, berorientasi keputusan, orientasi perencanaan masa depan, dan digunakan pada saat-saat yang tidak biasa.
Tahapan SPK:
  • Definisi masalah
  • Pengumpulan data atau elemen informasi yang relevan
  • pengolahan data menjadi informasi baik dalam bentuk laporan grafik maupun tulisan
  • menentukan alternatif-alternatif solusi (bisa dalam persentase)
Tujuan dari SPK:
  • Membantu menyelesaikan masalah semi-terstruktur
  • Mendukung manajer dalam mengambil keputusan
  • Meningkatkan efektifitas bukan efisiensi pengambilan keputusan
Dalam pemrosesannya, SPK dapat menggunakan bantuan dari sistem lain seperti Artificial Intelligence, Expert Systems, Fuzzy Logic, dll.


Sistem Pendukung Keputusan Metode TOPSIS


Sistem Pendukung Keputusan (SPK) Metode TOPSIS (Technique for Order Preference by Similarity to Ideal Solution) dengan Excel Spreadsheet adalah Algoritma Sistem Cerdas yang sangat populer di kalangan Akademisi / Mahasiswa di Jurusan Teknik Informatika / Ilmu Komputer seperti halnya SPK dengan Metode WP (Weighted Product) yang pernah kita bahas.

Teori tentang Algoritma SPK dengan Metode TOPSIS ini penulis buatkan dalam bentuk Excel / Spreadsheet sehingga dapat dipelajari cara menghitungnya di Formula yang ada di dokumen Microsoft Excel tersebut. Untuk teorinya mohon dicari sendiri karena penulis memang tidak bisa terlalu mahir dalam menjelaskan Teori TOPSIS ini.

Berikut ini tampilan SPK dengan Metode TOPSIS di Excel / Spreadsheet:


Semoga jelas dan bermanfaat.

Sistem Pendukung Keputusan Metode SAW


Sistem Pendukung Keputusan Metode SAW (Simple Additive Weighting) dengan Excel Spreadsheet ingin coba penulis sharing di Blog ini, karena berkali-kali penulis harus menyelesaikan pekerjaan Sistem Cerdas seperti ini. Metode ini sangat peopuler di kalangan Akademisi / Mahasiswa di Jurusan Teknik Informatika / Ilmu Komputer.

Teori tentang Algoritma SPK dengan Metode WP ini sebenarnya penulis dapatkan dari sebuah sumber yang tidak mungkin disharing secara langsung di Blog ini, maka penulis coba buatkan dalam bentuk Excel / Spreadsheet sehingga kelihatan cara menghitungnya di Formula yang ada di File Microsoft Excel tersebut. Untuk teorinya mohon dicari sendiri karena penulis memang tidak terlalu bisa dalam menjelaskan Teori seperti halnya seorang dosen.


Semoga cukup jelas dan bermanfaat.